Panduan Lengkap Cara Membeli Rumah Subsidi Tahun 2020

cara Membeli Rumah Subsidi
Kamu belum punya rumah sendiri? Masih tinggal di kontrakan? Masih menumpang sama mertua? Pengen beli rumah tapi dana terbatas? Salah satu cara memiliki rumah adalah dengan membeli rumah subsidi, agar kamu tidak menyesal setelah membeli. 

Info Rumah Subsidi Tahun 2020

Perumahan subsidi adalah salah satu program bantuan dalam bentuk subsidi dari pemerintah yang memudahkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memiliki rumah yang disalurkan melalui bank yang ditunjuk oleh pemerintah.

Yang dimaksud  dengan Masyarakat Berpenghasilan Rendah yaitu  masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli rumah, makanya layak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Ada beberapa skema pembiayaan rumah subsidi, diantaranya skema BP2BT dan FLPP.

BP2BT adalah Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan. Bantuan ini berupa bantuan uang muka didepan dengan nominal Rp 22.000.000,- sampai dengan Rp 30.000.000,-

Untuk skema BP2BT, batasan gaji atau penghasilan diatur per zona wilayah dengan batasan penghasilan Maksimal Rp 6 s.d 6,5 juta untuk untuk pembelian Rumah Tapak dan Rp 7 s.d 8,5 juta untuk pembelian Rumah Susun, tergantung zona wilayah kamu ya.

FLPP adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.  Skema ini  berupa dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

FLPP ini bentuknya berupa bunga subsidi dan bantuan SBUM  (Subsidi Bantuan Uang Muka) sebesar Rp 4.000.000,- per debitur.

Untuk skema FLPP, batasan gaji atau penghasilan POKOK tidak melebihi Rp 8 juta untuk pembelian Rumah Tapak Subsidi dan  Rumah Susun Subsidi. 

Untuk saat ini, skema pembiayaan kebanyakan masih menggunakan skema FLPP, karena belum banyak bank yang menyalurkan skema BP2BT.

Subsidi Pemerintah

Dalam skema FLPP, konsumen KPR Subsidi akan mendapatkan 2 jenis subsidi dari pemerintah.

Saat ini KPR bersubsidi memiliki bunga 5 % fixed sepanjang jangka waktu kredit. Suku bunga ini yang membuat angsuran KPR jadi ringan. 

Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM)

Jumlah Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) Perumahan yang diberikan kepada penerima KPR Bersubsidi adalah sebesar Rp 4.000.000 (empat juta rupiah). 

SBUM ini biasanya dibayarkan beberapa bulan setelah konsumen akad kredit dibank pelaksana.

Harga Rumah Subsidi Tahun 2020

harga rumah subsidi 2020

Untuk Harga rumah subsidi, pemerintah telah menetapkan batasan harga rumah untuk tahun 2019 dan tahun 2020. Berikut daftar harga rumah subsidi berdasarkan zona wilayah :

Membeli Rumah Subsidi

Sebelum kamu pergi ke developer perumahan untuk booking rumah, pastikan dulu kalau kamu masuk kriteria yang layak membeli rumah subsidi. Berikut syarat utama pembelian rumah bersubsidi :
  1. Berstatus WNI
  2. Telah berusia minimal 21 tahun atau telah menikah
  3. Gaji/penghasilan tidak melebihi Rp 8 juta 
  4. Masa kerja atau usaha minimal 1 tahun. 
  5. Belum pernah memiliki rumah dan belum pernah memiliki KPR.

Nah, kalau kamu memenuhi kriteria diatas, kamu dapat lanjutkan dengan hunting cari-cari lokasi perumahan yang paling ideal buat kamu.

Perlu diingat, persyaratan diatas merupakan persyaratan umum ya. Bank memiliki kriteria masing-masing dalam menentukan persyaratan, terutama pada point 4.

Baca Juga : Cara Membuat Desain Rumah

Survey Lokasi Perumahan Bersubsidi

Salah satu pertimbangan dalam membeli properti apapun adalah lokasi. Hal ini juga berlaku dalam membeli rumah bersubsidi.

Pastikan kamu telah melakukan survey lokasi perumahan sebelum memutuskan untuk membeli rumah subsidi.

Jangan sampai rumah yang kamu beli jadi mubazir karena tidak ditempati akibat lokasi yang tidak mendukung. Tidak sedikit lho proyek perumahan yang terbengkalai dipenuhi ilalang.

Berikut beberapa pertimbangan yang dapat kamu jadikan perbandingan dalam memilih lokasi perumahan :

Potensi Banjir / Longsor

Pastikan lokasi perumahan yang akan kamu beli tidak berada dilokasi yang rawan banjir atau longsor. Caranya adalah dengan bertanya kepada beberapa warga sekitar perumahan apakah lokasi tersebut terkena banjir dan longsor  saat musim penghujan.

Akses menuju lokasi

Lokasi perumahan subsidi biasanya dibangun dipinggir atau mengarah keluar perkotaan. Hal ini akibat harga tanah yang semakin tinggi di area perkotaan. Pastikan area tersebut dapat dijangkau dengan mudah.

Akses Sarana Publik

Buatlah daftar akses sarana publik disekitar perumahan yang disurvey. Pastikan lokasi perumahan minimal berdekatan dengan salah satu atau beberapa akses publik seperti pasar, sekolah, jalan utama/terminal/stasiun, pabrik, perumahan lain.

Ketiga faktor diatas akan sangat mempengaruhi seberapa cepat sebuah area perumahan akan berkembang. Jangan sampai lokasi perumahan yang kamu pilih lambat berkembang dalam 5 sampai dengan 10 tahun kedepan.
info rumah subsidi

Memilih Developer atau Pengembang Perumahan.

Hal berikutnya yang sangat penting adalah terkait kredibilitas dan reputasi pengembang perumahan. Membangun kawasan perumahan bukanlah hal yang gampang. 

Dibutuhkan modal, pengalaman, manajemen keuangan, komitmen terhadap kualitas, dan tanggung jawab dari pihak pengembang dalam menyelesaikan proyek perumahan.

Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan referensi  untuk menilai reputasi pengembang perumahan :

Pengalaman
Pilihlah pengembang yang punya pengalaman dalam membangun dan menyelesaikan minimal 3 proyek  perumahan. Misalnya Pengembang A pernah menggarap proyek Perumahan Griya Gembira 1, Griya Gembira 2,Griya Gembira 3, dst.

Datangi  setiap lokasi perumahan  yang pernah dibangun sebelumnya. Jangan percaya katanya katanya. Bertanyalah  kepada penghuni perumahan mengenai kesan mereka terhadap  rumah yang dibeli dari pengembang tersebut.

Lihat desain rumah, kondisi jalan, gerbang masuk, saluran got, listrik, fasum, dll, apakah dibangun rapi atau amburadul. Pengembang yang pengalaman dapat dilihat dari hasil kerjaannya.

Ingat, Ketika memutuskan membeli sebuah rumah, kamu sebenarnya secara tidak langsung juga membeli lingkungannya.

Hindari membeli rumah dari pengembang yang baru belajar dan coba-coba.

Garansi Perbaikan Developer Perumahan
Tanyakan apakah pengembang memberikan garansi atas rumah yang dibangun. Perumahan subsidi biasanya dibangun secara massal. 

Masalah teknis seperti atap bocor, keramik pecah, dinding retak, kunci pintu rusak, pipa bocor, dll, kemungkinan bisa terjadi. Hal tersebut dapat menimbulkan biaya renovasi yang tidak sedikit.

Pastikan ada garansi perbaikan dari pengembang jika terdapat komplain dari konsumen. Pengembang yang punya reputasi bagus akan bertanggung jawab dan memberikan garansi tertulis maksimal 3 bulan kepada konsumen dihitung dari masa serah terima kunci.

Manajemen yang Kompeten
Kamu gak mau kan udah booking rumah dan bayar DP tapi rumahnya gak jadi atau terbengkalai belum selesai atau jalan lingkungan terbengkalai  atau listrik tidak terpasang, dll.

Pilihlah pengembang yang kompeten baik dari sisi permodalan dan manajemen keuangan untuk menyelesaikan perumahan. Caranya :

Datangi proyek perumahan, lihat apakah ada aktivitas para tukang sedang menyelesaikan rumah. Semakin banyak jumlah tukang yang bekerja semakin baik modal pengembang. Perhatikan juga jumlah rumah yang ready stock, semakin banyak semakin baik. 

Jumlah rumah ready stock mencerminkan kemampuan pengembang dalam menyelesaikan proyek perumahan. Hindari membeli rumah dari pengembang yang hanya membangun rumah contoh dan berjanji akan membangun rumah konsumen setelah mendapat persetujuan dari bank.

Kerjasama dengan minimal 3 bank penyalur KPR Subsidi.
Ada 37 bank yang ditunjuk oleh pemerintah dalam membantu membiayai  masyarakat membeli rumah bersubsidi. 

Tanyakan kepada developer bank apa saja yang memiliki perjanjian kerjasama dengan mereka. Semakin banyak semakin bagus. Hal ini karena hal sebagai berikut :

Bank akan menyaring kelengkapan legalitas pengembang serta proyek perumahan. Kerjasama dengan beberapa perbankan mencerminkan aspek legal dari perumahan tersebut telah terpenuhi. Jadi kamu gak perlu risau tentang legalitas Sertifikat dan IMB dari rumah yang kamu beli.

Konsumen akan punya pilihan dari sisi fleksibilitas bank yang membiayai. Sedangkan developer akan terjamin dari  sisi jumlah kuota pembiayaan rumah subsidi.

Biaya KPR Subsidi
Berikut daftar biaya yang umumnya wajib dipersiapkan dalam membeli rumah bersubsidi :
  • Uang Muka dan Tanda Jadi (Booking Rumah)
  • Biaya Bank
  • Provisi : 0.5% dari plafond kredit
  • Administrasi : Rp 500.000,-
  • Asuransi Jiwa dan Kebakaran : Gratis
  • Pengikatan Notaris : bervariatif tergantung tarif dan jenis pengikatan yang diminta bank, biasanya berkisar Rp 500.000 s.d Rp 2.000.000,-
  • Biaya Pajak BPHTB dan Balik Nama Sertifikat
  • Biaya-biaya ini bervariasi, tergantung dari masing-masing daerah, bank, maupun tarif notaris.
Tanyakan secara rinci kepada pengembang biaya bersih yang harus disiapkan sampai dengan akad kredit dilaksanakan.

Beberapa pengembang biasanya memberikan promo menarik terkait biaya ini. Ada yang menanggung sebagian atau bahkan hampir seluruh biaya-biaya diatas.

Terkait pembayaran uang booking rumah dan uang muka, tanyakan terlebih dahulu bagaimana jika ternyata pengajuan KPR kamu ditolak oleh bank. Apakah dikembalikan 100% atau dipotong oleh pengembang.

Jika Kamu telah sepakat, maka segera lakukan pembayaran tanda jadi untuk membooking unit rumah yang dipilih.

Mintalah kwitansi / bukti pembayaran resmi dari pengembang.


KESIMPULAN

  • Cek terlebih dahulu apakah kamu masuk dalam kriteria / syarat yang layak membeli rumah subsidi. Mulailah survey area perumahan yang akan dibeli, bandingkan 3-5 lokasi perumahan. 
  • Catat kelebihan dan kekurangan masing-masing perumahan.
  • Jangan lupa pilih pengembang yang punya reputasi baik. 
  • Tanyakan secara rinci biaya-biaya terkait pembelian, termasuk yang terkait SBUM. Simpan setiap bukti pembayaran RESMI dari pengembang.