5 Cara Memiliki Rumah Sendiri di Tahun 2020

Cara Memiliki Rumah Sendiri

Belum punya rumah sendiri ditahun 2020? Ya ampun!!! Kamu ngapain aja selama ini sob? Sebelum mengetahui cara memiliki rumah sendiri, ada baiknya kamu mengetahui beberapa alasan yang biasanya menyebabkan seseorang belum terpikir membeli rumah sendiri. 

Alasan Belum Beli Rumah.

Percaya atau tidak, masih banyak keluarga di Indonesia belum punya property sendiri. Faktor besarnya penghasilan bukanlah ukuran utama seseorang dalam menentukan dirinya apakah hidup menumpang, ngontrak, atau menempati hunian sendiri.

Jika usia kamu saat ini antara 21 tahun s.d 26 tahun, maka inilah masa terbaik untuk membeli dan memiliki properti sendiri, terutama rumah tinggal.

Alasan Rumah Keluarga

Seseorang yang terbiasa hidup nyaman bersama keluarga sejak kecil biasanya jarang terpikir untuk untuk membeli hunian sendiri. Apalagi jika di tempat tersebut hanya dihuni oleh anggota keluarga sedikit. Apalagi jika dirumah tersebut banyak fasilitas, dll.

Beberapa alasan seperti ingin menjaga orang tua, ingin dekat dengan keluarga, tidak ada yang menjaga anak-anak kamu, ada yang bantu nyuci dan beres-beres dirumah ortu, dll, biasanya membuat kamu terlanjur nyaman dan enggan keluar dari zona nyaman tersebut.

Bisa juga ada properti keluarga yang kosong tidak ditempati. Sayang kalau tidak terawat. Nah, untuk yang seperti ini cocoknya beli rumah untuk investasi atau tabungan.

Selain kamu punya investasi dan gak bakal rugi karena harga properti selalu meningkat setiap tahunnya, kamu juga akan memiliki kebanggaan tersendiri punya hunian dengan nama kamu sendiri di SHM dan dari hasil kerja sendiri. Jauh-jauh deh dari ribut dengan saudara terkait warisan keluarga.

Nunggu Warisan

Untuk tipe yang seperti ini sebenernya kondisinya sama dengan tipe yang diatas. Bedanya memang tipe yang seperti ini udah punya niat menunggu pemberian atau warisan dan gak punya niat sama sekali untuk beli rumah dari hasil sendiri.

Pandangannya jauh kedepan dan merasa sudah memiliki, jadi ngapain beli rumah pikirnya. Tinggal nunggu waktu aja, tempat ini akan jadi milikku, gitu mikirnya. Kamu jangan mau jadi tipe seperti ini ya.

Gaya Hidup

Faktor gaya hidup zaman now biasanya sangat mempengaruhi prioritas seseorang dalam mengelola keuangan pribadi. Gaya hidup konsumtif seperti kebutuhan gadget, entertainmen, wisata kuliner, traveling, dll, sudah menjadi budaya disebagian besar keluarga modern di Indonesia.

Kebiasaan ini jika tidak diimbangi dengan pemahaman pengetahuan investasi dan prioritas pengelolaan keuangan, menjadi penyebab utama seseorang tidak memiliki hunian pribadi.

Nah ditahun ini, cobalah untuk mulai mengurangi kebiasaan / budaya konsumtif kamu. Atur ulang prioritas keuangan kamu dan alihkan sebagian dana konsumtif menjadi tabungan atau angsuran KPR. Lumayan kan bisa nambah aset, daripada habis dipake konsumtif.

Merasa Tak Sanggup Bayar DP dan Cicilan KPR

Sebenarnya berapa sih batasan ideal penghasilan seseorang biar bisa ambil rumah lewat KPR? Jawabnya minimal 2,8 s.d 3 juta per bulan. Dengan penghasilan tersebut,  kamu udah bisa mengambil rumah subsidi dengan masa cicilan 15 s.d 20 tahun.

Jadi kalau penghasilanmu masih dibawah angka tersebut, prioritas kamu adalah nabung jangan dulu ambil kpr. Bisa juga mengajukan KPR asalkan join income dengan pasangan nikah.

Nah jadi gak ada alasan lagi ya numpang or ngontrak sepanjang masa. Bulatkan tekad punya properti sendiri. Segera ambil keputusan.

Idealisme Pribadi

Ada sebagian dari masyarakat yang punya prinsip membeli rumah tanpa KPR. Pokoknya mau beli tunai deh, biar gak repot ngangsur tiap bulan, biar lebih tenang dalam menjalani hidup.

Ada juga karena dipengaruh oleh faktor kepercayaan agama yang gak mau transaksi Riba. Well, it’s fine. Itu pilihan masing-masing individu. Sepanjang kamu bisa nabung sebanyak-banyaknya dari penghasilan perbulan untuk beli rumah secara tunai.

Jangan lupa pake target waktu ya nabungnya, biar pada saat tabungan cukup, langsung dibelikan rumah. Nah untuk tipe yang seperti ini lebih baik, karena tidak akan dibebani oleh berbagai macam biaya, seperti biaya akad bank, biaya bunga, asuransi, dll. Paling bayar biaya balik nama dan AJB Notaris.

Jangan lupa bayar pajak jual beli sesuai ketentuan ya, biar makin berkah rumahnya.

Alasan Harus Punya Rumah.

Simbol Kedaulatan Pribadi

Rumah milik sendiri itu pada dasarnya adalah mirip dengan sebuan negara, dimana didalamnya ada kedaulatan, ada aturan, dan ada kebebasan dari penghuninya. Pemilik punya otoritas penuh untuk mengatur apa yang ada didalam rumah.

Bayangkan jika kamu tinggal menumpang di rumah saudara atau orang tua, jangankan mau mengatur, kamulah  yang harus nurut dengan aturan yang punya. mau kentut saja pasti ditahan-tahan saking gak enak sama tuan rumah, hehehe.

Itulah cerminan dari otoritas dan kedaulatan pribadi. Kalau punya sendiri, kamu punya kebebasan. Mau bangun siang, mau nyantai diruang tamu, mau ganti warna cat kamar, mau masak apa, mau gak pake bajupun semua suka-suka kamu.

Kamu akan merasa punya kebebasan lebih terhadap properti yang dibeli sendiri. Jadi, masih belum punya kedaulatan pribadi dirumah? Segera beli rumah sebelum harga naik.

Investasi

Pada prinsipnya, rumah adalah investasi sejati karena harga tanah selalu akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Apalagi jika lokasi yang berdekatan dengan sektor publik seperti pasar, sekolah, mall, stasiun, kantor, jalan besar dll.
Cara Memiliki Rumah Sendiri 2020

Sepanjang pemilihan lokasi yang tepat dan legalitas yang benar, membeli sebuah properti akan selalu menguntungkan pemiliknya. Selain harganya yang selalu naik setiap tahun, rumah juga bisa disewakan. Lumayankan nambah buat biaya SPP sekolah anak yang tiap tahun meningkat.

Capaian Pribadi

Salah satu kebutuhan pokok utama manusia yang harus dipenuhi selain sandang (pakaian) dan Pangan (makan) adalah papan (properti). Dengan telah memiliki sebuah hunian sendiri, secara tidak langsung akan menunjukkan ke lingkungan sekitar kamu bahwa kamu telah bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.

Tak percaya? Coba tanyakan saja kepada orang tua mu atau orang tua calon istrimu. Ini bukan ukuran mutlak ya, tapi itulah kenyataannya hehehe..

Cara Memiliki Rumah di Tahun 2020

Tetapkan Tujuan

Buatlah target untuk membeli sebuah rumah ditahun ini. Tak perlu pusing memikirkan jalannya. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan keinginan kuat membeli dan memiliki hunian milik sendiri dalam pikiran bawah sadar kamu.

Dengan memiliki target, kamu akan selalu aware bahwa kamu ada tujuan yang ingin diwujudkan. Hal ini yang akan mempengaruhi prioritas kamu dalam mengambil keputusan keuangan. Kamu akan mudah untuk mulai menabung untuk mencapai tujuan itu.

Buatlah target setinggi mungkin tanpa ada yang membatasi, termasuk batasan financial kamu. Mulailah browsing untuk melihat tipe properti seperti apa yang paling kamu inginkan. Mulai dari tipe ukuran, Desain Rumah, jumlah kamar, fasilitas carport, pagar keliling, taman belakang, kolam renang, ruang ibadah, dll

Kuncinya : aku pengen hunian pribadi dengan kriteria yang seperti ini, ini, ini, tulis dikertas.

Situs Jual Beli Properti
Download dan buka aplikasi OLX, lihat dibagian properti dijual. Ada begitu banyak properti yang ditawarkan. Explore dan cari tipe yang sesuai dengan keinginan kamu.

Catat satu persatu. Lihat fasilitasnya, bandingkan satu dengan yang lainnya.

Survey Lokasi

Kemudian mulailah iseng survey lokasi, mampirlah ke kantor pemasaran, atau telpon jika ketemu properti dijual.  Seserius itukah?? Kalau belum ada duitnya gimana? Emang harus nunggu serius dan punya duit dulu untuk mampir atau survey ke perumahan. 

Emang gak boleh kalau tanya-tanya dulu? Ya bolehlah bro.Tujuan kegiatan ini akan melatih mental kamu untuk siap punya rumah dan menghacurkan block bawah sadar kamu kalau kamu tidak pantas beli rumah sendiri.

Biasakan minimal sebulan sekali keliling lihat-lihat properti. Segala sesuatu dimulai dari dalam diri sebelum terwujud keluar.

Permasalahan nanti belinya rumah komersial, kavling tanah, ruko, apartemen ataupun rumah subsidi, itu lain cerita bro, yang penting kamu sudah ada goal dan visi beli rumah.

Rumah Subsidi

Jika kamu memiliki dana yang terbatas, membeli rumah subsidi dapat dijadikan pilihan lho. Emang properti bersubsidi layak untuk dibeli??

Eits, jangan salah bro, jangan bayangkan hunian subsidi sekarang sama dengan era RS dan RSS zaman dulu. Dalam 3 tahun terakhir, pemerintah telah menetapkan standar kualitas rumah subsidi seiring dengan meningkatnya harga. Kebanyakan developer membangun dengan konsep rumah minimalis.

Perumahan subsidi sekarang bagus-bagus lho. Bentuk desain kekinian, spesifikasi standar layak hunilah. Hanya memang kamu harus pinter-pinter memilih Lokasi dan Developer perumahannya.

Selain angsuran ringan, hunian bersubsidi juga mendapatkan bantuan SBUM dari pemerintah.

Beli Tanah Kavling

Membeli tanah kavling juga merupakan cara yang bagus dalam mempersiapkan hunian. Dengan membeli tanah terlebih dahulu, kamu memiliki fleksibilitas dalam  merencanakan dan mendesain rumah suka-suka kamu.

Kamu kedepan mempunyai pilihan mulai dari tipe, spesifikasi bangunan, hingga desain interior. Mulailah dengan membuat desain rumah lewat hp android. Keluarken semua imajinasi kamu tentang rumah impian.

Namun, dalam membeli tanah kavling, hal utama  yang perlu diingat adalah terkait Posisi Tanah dan Legalitas ya. Jangan lupa transaksi di Notaris yang terpercaya.

Bangun Rumah Bertahap

Setelah membeli tanah, kalau kamu sudah siap dananya, kamu sudah bisa berkreasi dan menyalurkan keinginan, tipe bangunan seperti apa yang akan dibangun.

Mulai dari jenis  hunian pribadi atau mau dikomersialkan, tipe ukuran, bentuk desain, pilihan warnanya, dll.

Kumpulkan referensi mulai dari desain denah bangunan, interior, hingga  perlengkapan dekorasi rumah. Carinya dimana? Di gugel banyak bro.

Mulai survey harga bahan bangunan mulai dari batu bata, pasir, cat tembok,  besi, kusen pintu jendela, atap baja ringan, dll. Telpon beberapa toko bangunan, bandingkan harganya. Informasi ini nantinya berguna biar kamu gak bodoh-bodoh amat saat lihat RAB.

Buat lah Rencana Anggaran Biaya (RAB). Nah kalau kamu gak ngerti, boleh pakai jasa kontraktor perumahan, bisa juga tanya ke tukang rekomendasi keluarga, atau cari2 digugel juga.