Ambil KPR Rumah Subsidi Sambil Menabung DPLK

KPR Rumah Subsidi

Buat kamu yang pengajuan KPR rumah subsidi nya udah di approve oleh bank, atau lagi merencanakan membeli rumah subsidi, atau baru aja selesai akad kredit, atau sedang mempelajari syarat rumah subsidi. Nah, Jangan lupa sekalian buka tabungan DPLK. Tips berikut cocok buat kamu yang masih punya dana lebih untuk angsuran ya.

KPR Rumah Subsidi digabung dengan DPLK

Ketika kamu telah menandatangani akad kredit rumah, kamu telah memiliki kewajiban untuk mengangsur sesuai dengan jangka waktu KPR. Jangka waktu angsuran KPR rumah subsidi yang biasanya 10, 15, atau 20 tahun merupakan waktu yang panjang loh, sayang apabila tidak dibarengi dengan hal produktif.

Dalam jangka waktu tersebut akan banyak momen kehidupan akan terjadi. Kamu mungkin akan telah menikah, akan memiliki anak, akan naik jabatan, naik haji, beli kendaraan, beli rumah lagi, dll.

Untuk itulah, jangan sampai pada saat KPR rumah subsidi lunas, kamu tidak mendapat apa-apa dari jangka waktu yang panjang itu. Cuma ambil Sertifikat dan IMB doang di bank. Jadi, manfaatkan juga jangka waktu yang panjang itu dengan menabung.

Konsepnya adalah sambil nyicil rumah sambil menabung. Kamu lebihkan sedikit setoran angsuran KPR rumah subsidi untuk nabung. Nabungnya dimana? Ya ditabungan DPLK bukan yang lain. Jadi pada saat KPR rumah subsidi  lunas, kamu juga punya tabungan yang berkembang.

Misalnya, angsuran kredit rumah subsidi kamu Rp 1.051.756,- per bulan selama 15 tahun, maka kamu dapat menambahkan angsuran tabungan DPLK Rp 50.000,- dan biaya administrasi per bulan 15.000,- sehingga setoran ke rekening tabungan per bulan menjadi Rp 1.116.756,- (bulatkan Rp 1.120.000,-)

Jadi selain ngangsur KPR, kamu juga gak kerasa telah nabung juga Rp 50.000,- per bulan selama 15 tahun. Simple kan.

Mengapa DPLK

1. Karena biaya tabungan DPLK itu lebih murah dibanding tabungan biasa. Biaya di tabungan DPLK  biasanya terdiri dari :
  • Biaya administrasi perbulan berkisar Rp 800,- s.d Rp 2.000,-
  • Biaya pengelolaan dana berkisar 0.1 s.d 0.3 % per bulan dari total akumulasi dana.
  • Biaya Premi asuransi berkisar 0.5 -% Pertahun (optional)
Semua biaya berbeda tergantung dari masing-masing lembaga penyalur DPLK. Untuk itu, tanyakan secara detail biaya di masing-masing bank / lembaga penyalur DPLK.

Bandingkan dengan  tabungan biasa yang umumnya dikenakan biaya administrasi dan biaya ATM yang mencapai Rp 10.000,- s.d Rp 15.000,- per bulan. Selain itu setiap bunga yang masuk juga akan dipotong pajak bunga.

2. Besar iuran atau setoran perbulan mulai dari minimal Rp 50.000,- (berbeda tergantung dari masing-masing lembaga penyalur DPLK)

3. Pengembangan dana menggunakan berbagai instrumen keuangan seperti pasar uang, surat berharga, saham dan campuran (direkomendasikan menggunakan produk DPLK 100 % Pasar Uang / Deposito).

Jadi kamu gak akan khawatir dana tabungan DPLK akan tergerus biaya meskipun angsuran perbulan hanya Rp 50.000,-. Dengan biaya minimal diatas, maka pengembangan dana tabungan akan lebih maksimal.

Apa itu DPLK

DPLK adalah kepanjangan dari Dana Pensiun Lembaga Keuangan, merupakan pengelolaan dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau lembaga asuransi untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perorangan. Peserta bisa siapa saja baik karyawan ataupun pekerja mandiri / wirausaha.

Jadi dana yang kamu setor setiap bulan nantinya akan dikelola dalam jangka panjang oleh bank atau lembaga asuransi penyelenggara DPLK. Dana ini tidak dapat dicairkan setiap saat dan akan mengikuti ketentuan masing-masing penyelenggara.

Bank Penyalur DPLK

Beberapa bank yang telah memiliki produk pinjaman DPLK diantaranya adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, dan Bank BJB. Selain bank tersebut, ada juga lembaga asuransi turut serta menjual produk tabungan DPLK.

Idealnya, jika kamu punya fasilitas KPR rumah subsidi di salah satu bank tersebut diatas, maka kamu dapat langsung membundling KPR rumah subsidi tersebut dengan tabungan DPLK, sehingga  pembayaran dapat digabung dalam satu buku tabungan. Dengan cara ini, kamu juga telah menghemat waktu dan biaya administrasi bulanan.

Manfaatkan fasilitas autodebet. Angsuran KPR rumah subsidi dan Tabungan DPLK akan didebet secara otomatis oleh sistem. Jadi kamu gak repot.

Memilih Produk DPLK

Ada banyak varian produk DPLK yang ditawarkan oleh bank atau lembaga asuransi. Varian ini merupakan kemana dana DPLK tersebut di investasikan sesuai dengan pilihan peserta DPLK. Beberapa pilihan diantaranya :
  • Pasar Uang                       : Dana akan diivestasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito.
  • Surat Berharga                 : Dana akan diivestasikan kedalam Surat Berharga seperti obligasi.
  • Saham                              : Dana akan diivestasikan ke instrumen saham.
  • Campuran                         : Dana akan diivestasikan ke instrumen campuran investasi diatas.
Masing-masing varian diatas memiliki potensi keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda. Jadi buat kamu yang awam sangat disarankan untuk mengambil DPLK yang berbasiskan 100% pasar uang / Deposito saja.

Kesimpulan

  • Datangi beberapa bank penyelenggara DPLK, tanyakan dan bandingkan secara detail setoran awal, setoran bulanan, biaya administrasi, biaya pengelolaan dana, dan biaya penarikan. Pillihlah penyelenggara dengan biaya terkecil.
  • Lebih baik lagi jika bank penyelenggara DPLK sama dengan bank tempat anda mengangsur KPR rumah subsidi, jadi anda tidak direpotkan untuk urusan menyetor angsuran. Selain itu, menghemat biaya administrasi bank.
  • Pilih DPLK yang berbasis pasar uang atau deposito.
  • Sesuaikan setoran bulanan sesuai dengan kemampuan.
  • Gunakan fasilitas autodebet tabunganuntuk setoran bulanan.